Demonstrasi spontan pecah di Hong Kong saat kemarahan meningkat atas tindakan polisi yang menembak seorang remaja demonstran dan kemudian mempertahankannya sebagai hal yang “sah dan masuk akal”.

Kerumunan besar demonstran, termasuk pekerja kantor dengan kemeja dan jas, berkumpul di sebuah taman dan berbaris melalui distrik komersial kota pada hari Rabu, meneriakkan slogan-slogan anti-polisi dan anti-pemerintah.

Ratusan orang, mengenakan seragam sekolah atau kaos hitam, juga menggelar aksi duduk di luar sekolah yang dihadiri oleh Tsang Chi-kin berusia 18 tahun, yang ditembak di dada ketika ia dan sekelompok pengunjuk rasa bertopeng menyerang petugas dengan payung dan tiang.

Polisi membela pelaku penembakan

Kekerasan yang meningkat menggarisbawahi kemarahan publik terhadap pemerintahan Beijing dan menggeser sorotan dari pesta ulang tahun China yang dikoreografikan dengan cermat.

Pertempuran berkecamuk selama berjam-jam di berbagai lokasi saat para demonstran melemparkan batu dan molotov. Polisi merespons sebagian besar dengan gas air mata, peluru karet dan water canon.

Ketika kritik meningkat, polisi melakukan pembelaan kuat terhadap rekan mereka yang menembak Tsang pada konferensi pers pada hari Rabu, 2 oktober, dengan mengatakan bahwa ia mengkhawatirkan nyawanya dan keselamatan rekan-rekannya sesama anggota polisi.

“Dia hanya punya satu pilihan, yaitu menembakkan pistol untuk segera mengatasi bahaya,” kata Wakil Komisaris Tang Ping-keung kepada wartawan.

Dia mengatakan penggunaan kekuatan oleh polisi pada hari Selasa “tidak diragukan lagi sah dan beralasan”.

Namun kelompok-kelompok protes mengatakan, petugas itu menyerbu jarak dekat dengan senjata api yang ditarik dan gagal menembakkan tembakan peringatan ketika mereka mengutuk meningkatnya penggunaan peluru langsung.

Hong Kong student sit-in
[Susana Vera / Reuters]

Berdasarkan rekaman video dari insiden tersebut menunjukkan bahwa petugas tersebut menembak langsung ke arah para pengunjuk rasa setelah sebuah kelompok menyerang petugas lainnya dengan peralatan anti huru-hara dengan tongkat di sebuah demonstrasi di Kowloon.

Otoritas rumah sakit mengatakan remaja yang dirawat di rumah sakit itu dalam kondisi stabil.

Lebih dari 100 orang terluka dan 269 orang ditangkap selama kerusuhan, kata polisi dan pihak rumah sakit, ketika polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk mencoba membubarkan pengunjuk rasa.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here