Puluhan warga Palestina, Jumat (20/9) mengalami luka-luka akibat tindakan represif pasukan Israel dalam pawai kepulangan dan penghapusan blockade di Gaza timur.

Menurut data kementerian kesehatan, sebanyak 74 orang mengalami luka-luka, termasuk 48 luka tembak, dan dua relawan medis, dalam aksi Jumat ke75 pawai kepulangan.

Komite nasional pawai kepulangan dan penghapusan blockade menyerukan kepada segenap elemen rakyat Palestina untuk berpartisipasi dalam aksi pawai Jumat Solidaritas Kamp Pengungsi Libanon, memperingati pembantaian Shabra dan Shatila, dan menegaskan dukungan rakyat Palestina untuk secara terhormat di Libanon.

Komite menegaskan kelanjutan pawai kepulangan di tengah semua hambatan yang dilakukan sejumlah pihak, dan mengingatkan penjajah zionis untuk berhenti menembaki demonstran damai.

Seruan juga dialamatkan kepada pemimpin dunia Arab dan Islam, untuk mengakhiri blockade zalim dan menghentikan penderitaan bangsa Palestina di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas, Abdul Latif Qanu mengatakan, warga Palestina yang hadir dalam pawai Jumat ke 75 menegaskan solidaritas penuh mereka terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian Libanon, dan penolakan pengubahan kewarganegaraan, serta menggagalkan konspirasi agar tak kembali ke Palestina.

Para pengungsi Palestina di Libanon merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Palestina, mereka tinggal untuk sementara waktu, sampai bisa kembali ke Palestina.

Qanu menegaskan, pembantaian Shabra dan Shatila yang menimpa rakyat Palestina di kamp pengugsian merupakan kejahatan perang yang tak bisa dimaafkan sejarah, dan mengincar keberadaan Palestina, untuk menghapus persoalan pengungsi.

Pasca 63 tahun berlalu dari pembantaian Shabra dan Shatila, warga Palestina tetap komitmen pada hak dan konstitusi, dan pembantaian di sepanjang sejarah perjuangan dan revolusi, tak akan mematahkan semangat juang, maupun menggugurkan hak menuntut kepulangan pengungsi ke Palestina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here